Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usaha UMKM : Ciri - Ciri, Ide usaha UMKM modal kecil

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah jenis usaha yang memiliki karakteristik usaha kecil dengan jumlah karyawan yang terbatas, modal usaha yang terbatas, serta cakupan usaha yang terbatas pada daerah tertentu. 

Usaha UMKM dapat dilakukan oleh individu atau kelompok yang ingin berwirausaha dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan yang stabil dan meningkatkan perekonomian daerah.

Ciri-ciri usaha UMKM

Ciri-ciri usaha UMKM

Jenis usaha yang dikatakan atau masuk dalam kategori UMKM tentu memiliki ciri-ciri tertentu. Untuk yang masih belum tahu usahanya masuk kategori UMKM ,berikut adalah beberapa ciri-ciri usaha UMKM yang bisa anda simak:

1. Usaha dengan skala kecil

Usaha dengan skala kecil adalah jenis usaha yang dimulai dengan modal dan sumber daya yang terbatas, serta beroperasi pada skala yang relatif kecil dan terbatas. Usaha skala kecil ini seringkali dijalankan oleh pengusaha pemula atau oleh keluarga dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan yang stabil dan memperluas jangkauan bisnisnya.

Beberapa contoh usaha dengan skala kecil antara lain adalah:

  • Usaha kuliner: usaha kuliner skala kecil seperti warung makan, kaki lima, atau katering rumahan.
  • Usaha kerajinan tangan: usaha kerajinan tangan seperti kerajinan dari kayu, kain, atau anyaman.
  • Usaha jasa: usaha jasa seperti jasa pengiriman, jasa kebersihan, atau jasa konsultasi.
  • Usaha online: usaha online seperti toko online, dropshipper, atau afiliasi marketing.
  • Usaha pertanian: usaha pertanian skala kecil seperti budidaya tanaman sayuran atau peternakan ayam kampung.

Meskipun usaha dengan skala kecil memiliki modal dan sumber daya yang terbatas, namun dengan manajemen yang baik dan strategi yang tepat, usaha tersebut bisa berkembang dan sukses di masa depan.

2. Keterbatasan modal

Keterbatasan modal adalah salah satu ciri utama dari usaha skala kecil atau UMKM. Modal usaha yang terbatas menjadi tantangan utama bagi pengusaha skala kecil karena mereka harus memaksimalkan penggunaan modal yang ada agar bisa menghasilkan laba yang cukup untuk memperluas usahanya.

Modal usaha bisa berasal dari sumber internal, seperti tabungan pribadi atau pinjaman keluarga, maupun dari sumber eksternal, seperti pinjaman dari bank atau modal ventura.

Dalam menghadapi keterbatasan modal, pengusaha skala kecil perlu mengelola keuangan mereka dengan hati-hati dan efisien. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan modal adalah:

  • Membuat rencana bisnis yang baik: Rencana bisnis yang jelas dan terperinci akan membantu pengusaha skala kecil dalam mengelola penggunaan modal dengan tepat dan meminimalkan risiko kerugian.
  • Memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada: Pengusaha skala kecil harus dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada, seperti sumber daya manusia, waktu, dan peralatan yang tersedia.
  • Mengoptimalkan keuntungan: Pengusaha skala kecil perlu mengoptimalkan keuntungan dengan meningkatkan efisiensi produksi dan mengefektifkan biaya produksi.
  • Memperoleh modal dari sumber eksternal: Pengusaha skala kecil dapat memperoleh modal dari sumber eksternal seperti bank atau investor untuk memperluas usahanya.

Dalam menghadapi keterbatasan modal, pengusaha skala kecil juga perlu berinovasi dan mencari peluang bisnis yang menguntungkan. Dengan strategi yang tepat dan manajemen yang baik, pengusaha skala kecil bisa sukses dalam menjalankan usahanya meskipun dengan modal yang terbatas.

3. Terbatasnya sumber daya manusia

Terbatasnya sumber daya manusia adalah tantangan lain yang sering dihadapi oleh pengusaha skala kecil atau UMKM. Keterbatasan sumber daya manusia dapat menghambat pengusaha skala kecil dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi, serta mengembangkan bisnisnya. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia antara lain:

  • Membangun jaringan dan kolaborasi: Pengusaha skala kecil dapat membangun jaringan dan kolaborasi dengan pihak-pihak lain, seperti pemasok, mitra bisnis, atau organisasi industri untuk berbagi sumber daya manusia dan memperoleh bantuan atau dukungan dalam mengatasi keterbatasan sumber daya manusia.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia: Pengusaha skala kecil dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya melalui pelatihan, pendidikan, dan pengembangan kompetensi agar dapat memaksimalkan potensi yang ada dan meningkatkan efisiensi produksi.
  • Menggunakan teknologi dan otomatisasi: Pengusaha skala kecil dapat menggunakan teknologi dan otomatisasi untuk menggantikan tenaga manusia dalam beberapa tahap produksi agar lebih efisien dan produktif.
  • Menjalin hubungan kerja sama dengan tenaga kerja kontrak: Pengusaha skala kecil dapat menjalin hubungan kerja sama dengan tenaga kerja kontrak, seperti tenaga ahli atau freelancer, untuk membantu memenuhi kebutuhan produksi dan mengurangi biaya operasional.
  • Menerapkan manajemen yang efektif: Pengusaha skala kecil dapat menerapkan manajemen yang efektif, seperti manajemen waktu, manajemen tugas, dan manajemen kinerja, untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Dalam menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, pengusaha skala kecil juga perlu berinovasi dan mencari cara-cara baru untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada dan meningkatkan produktivitas dan kualitas usahanya.

4. Berkembang pada daerah tertentu

Berkembang pada daerah tertentu atau biasa disebut dengan pengembangan wilayah adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pengusaha skala kecil atau UMKM untuk meningkatkan bisnisnya. Pengembangan wilayah dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Meningkatkan keterlibatan dengan komunitas setempat: Pengusaha skala kecil dapat meningkatkan keterlibatan dengan komunitas setempat, seperti mengikuti kegiatan komunitas atau mendukung kegiatan sosial yang diadakan oleh komunitas. Dengan cara ini, pengusaha skala kecil dapat membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat dan memperoleh dukungan untuk bisnisnya.
  • Menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar lokal: Pengusaha skala kecil dapat menyesuaikan produk atau jasa yang ditawarkan dengan kebutuhan pasar lokal. Dengan cara ini, pengusaha skala kecil dapat memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dan meningkatkan omset bisnisnya.
  • Meningkatkan promosi dan branding: Pengusaha skala kecil dapat meningkatkan promosi dan branding bisnisnya dengan memanfaatkan media sosial atau platform online lainnya. Dengan cara ini, pengusaha skala kecil dapat memperoleh visibilitas yang lebih besar dan meningkatkan popularitas dan reputasi bisnisnya.
  • Membentuk kemitraan dengan pihak lain: Pengusaha skala kecil dapat membentuk kemitraan dengan pihak lain, seperti investor atau pihak pemerintah, untuk memperoleh dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnisnya.
  • Memanfaatkan potensi lokal: Pengusaha skala kecil dapat memanfaatkan potensi lokal yang ada di daerahnya, seperti sumber daya alam, kearifan lokal, atau keunikan budaya, sebagai bahan baku atau inspirasi dalam mengembangkan produk atau jasa bisnisnya.
Pengusaha skala kecil yang mampu mengembangkan bisnisnya pada daerah tertentu dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, seperti terciptanya lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Selain itu, pengembangan wilayah juga dapat membantu meningkatkan kemajuan dan daya saing daerah setempat dalam tingkat yang lebih besar.

5. Inovasi dan kreativitas

Inovasi dan kreativitas adalah faktor penting yang dapat membantu pengusaha skala kecil atau UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Inovasi dan kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru atau memperbaiki yang sudah ada menjadi lebih baik, yang dapat membedakan bisnis dari pesaingnya dan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen.

Beberapa contoh inovasi dan kreativitas yang dapat dilakukan oleh pengusaha skala kecil atau UMKM di antaranya:

  • Mengembangkan produk atau jasa baru: Pengusaha skala kecil dapat menciptakan produk atau jasa baru yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen yang belum terpenuhi.
  • Memperbaiki produk atau jasa yang sudah ada: Pengusaha skala kecil dapat memperbaiki produk atau jasa yang sudah ada dengan cara meningkatkan kualitas, mengurangi biaya produksi, atau menambahkan fitur yang lebih menarik.
  • Mengadopsi teknologi baru: Pengusaha skala kecil dapat mengadopsi teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan kualitas produk, atau meningkatkan pengalaman pelanggan.
  • Memanfaatkan bahan baku yang berbeda: Pengusaha skala kecil dapat memanfaatkan bahan baku yang berbeda dari yang biasa digunakan dalam produk atau jasa bisnisnya untuk menciptakan produk yang lebih unik dan menarik.
  • Mengembangkan cara baru dalam pemasaran: Pengusaha skala kecil dapat menciptakan cara baru dalam pemasaran produk atau jasanya, seperti memanfaatkan media sosial atau influencer marketing, untuk menjangkau konsumen potensial yang lebih luas.

Inovasi dan kreativitas dapat membantu pengusaha skala kecil atau UMKM untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnisnya. Namun, untuk berhasil dalam inovasi dan kreativitas, pengusaha perlu memiliki sikap terbuka terhadap perubahan, berani mengambil risiko, dan selalu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.

6. Penggunaan teknologi

Penggunaan teknologi dapat menjadi faktor penting dalam pengembangan bisnis skala kecil atau UMKM. Teknologi dapat membantu mempercepat proses produksi, meningkatkan efisiensi, meningkatkan kualitas produk atau jasa, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mempermudah manajemen bisnis.

Beberapa contoh teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha skala kecil atau UMKM di antaranya:

  • Website: Website dapat membantu pengusaha skala kecil atau UMKM untuk memperkenalkan produk atau jasa mereka kepada pelanggan potensial. Pengusaha dapat membuat website dengan biaya yang terjangkau, menggunakan template yang mudah digunakan, dan memanfaatkan platform e-commerce untuk memudahkan pelanggan melakukan pembelian secara online.
  • Aplikasi bisnis: Pengusaha skala kecil atau UMKM dapat menggunakan aplikasi bisnis untuk membantu mereka mengelola bisnis dengan lebih mudah dan efisien. Aplikasi bisnis dapat membantu dalam hal manajemen inventaris, pembukuan, pengiriman pesanan, dan lain sebagainya.
  • Media sosial: Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dapat membantu pengusaha skala kecil atau UMKM untuk mempromosikan produk atau jasa mereka kepada pelanggan potensial dengan biaya yang terjangkau.
  • Mesin produksi otomatis: Mesin produksi otomatis dapat membantu pengusaha skala kecil atau UMKM untuk mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi.
  • Cloud computing: Cloud computing dapat membantu pengusaha skala kecil atau UMKM untuk menyimpan data mereka dengan aman dan mudah diakses dari mana saja.
Penggunaan teknologi dalam bisnis skala kecil atau UMKM dapat membantu pengusaha untuk memperbaiki proses bisnis mereka dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Selain itu, teknologi juga dapat membantu pengusaha untuk mengembangkan produk atau jasa yang lebih baik dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun, pengusaha perlu mempertimbangkan biaya dan efektivitas teknologi yang akan mereka gunakan.

7. Memiliki peran penting dalam perekonomian

Usaha skala kecil atau UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa usaha skala kecil atau UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian:

  • Menciptakan lapangan kerja: Usaha skala kecil atau UMKM memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan demikian, pengangguran dapat berkurang dan pendapatan masyarakat dapat meningkat.
  • Meningkatkan perekonomian lokal: Usaha skala kecil atau UMKM biasanya berlokasi di daerah-daerah tertentu dan memanfaatkan sumber daya lokal. Dengan demikian, usaha skala kecil atau UMKM dapat meningkatkan perekonomian lokal dan membantu memperkuat komunitas di sekitarnya.
  • Mendorong inovasi: Usaha skala kecil atau UMKM seringkali memiliki keterbatasan dalam hal sumber daya, termasuk sumber daya keuangan. Oleh karena itu, usaha skala kecil atau UMKM seringkali harus mencari cara baru untuk memperbaiki proses bisnis mereka dan menghasilkan produk atau jasa yang lebih baik. Hal ini mendorong terjadinya inovasi dan kreativitas di kalangan pengusaha skala kecil atau UMKM.
  • Meningkatkan daya saing ekonomi: Usaha skala kecil atau UMKM dapat membantu meningkatkan daya saing ekonomi suatu negara. Dengan banyaknya usaha skala kecil atau UMKM yang berkembang, masyarakat dapat memiliki lebih banyak pilihan dalam hal produk atau jasa yang ditawarkan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan oleh usaha besar dan meningkatkan daya saing ekonomi suatu negara.
  • Menjadi sumber pendapatan negara: Usaha skala kecil atau UMKM juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi negara melalui pajak dan biaya lisensi usaha. Hal ini dapat membantu negara untuk memperoleh pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk membiayai program-program sosial atau pembangunan infrastruktur.

Dari hal-hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha skala kecil atau UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat seharusnya memberikan dukungan kepada usaha skala kecil atau UMKM agar dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ide usaha UMKM modal kecil

Usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dengan modal kecil bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para pengusaha pemula yang memiliki keterbatasan modal. Beberapa ide usaha UMKM modal kecil yang bisa dipertimbangkan antara lain:

2. Bisnis Online

Bisnis online menjadi salah satu opsi yang populer bagi para pengusaha UMKM dengan modal kecil. Bisnis ini dapat dilakukan dengan membuat toko online atau menggunakan platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lainnya.

3. Jasa Desain Grafis

Jasa desain grafis juga bisa menjadi pilihan yang menjanjikan bagi para pengusaha UMKM dengan modal kecil. Bisnis ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan keterampilan desain grafis dan mengikuti pelatihan online yang tersedia di internet.

4. Bisnis Katering

Bisnis katering menjadi pilihan yang menjanjikan bagi pengusaha UMKM dengan modal kecil. Bisnis ini dapat dilakukan dengan menawarkan berbagai macam hidangan dengan harga terjangkau.

5. Bisnis Fashion

Bisnis fashion dengan modal kecil dapat dilakukan dengan membuat produk fashion yang unik dan menarik untuk dipasarkan secara online.

6. Bisnis Jasa Pengiriman 

Bisnis jasa pengiriman juga bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para pengusaha UMKM dengan modal kecil. Bisnis ini dapat dilakukan dengan menyediakan jasa pengiriman barang melalui kurir atau melalui platform pengiriman yang sudah ada di pasar.

Namun, perlu diingat bahwa usaha UMKM dengan modal kecil juga memerlukan perencanaan yang matang, manajemen yang baik, serta pemasaran yang efektif agar dapat berhasil dan bertahan di pasar yang kompetitif.

Post a Comment for "Usaha UMKM : Ciri - Ciri, Ide usaha UMKM modal kecil"